Alfred Pieter Menayang: Selalu Ada Titik Balik

Pensiun Yang Tidak Menakutkan

Pada 31 Januari 2016, Freddy mengakhiri masa kerjanya di Inpex Corporation setelah mencapai usia pensiun. Jika pada 2004 ia harus mengumpulkan keberanian untuk meninggalkan perusahaan, kali ini ia menghadapi pensiun dengan kesiapan yang jauh lebih matang.

Freddy telah mengikuti dua workshop persiapan pensiun, masing-masing ketika masih bekerja di Caltex dan menjelang pensiun dari Inpex. Hasil asesmen menunjukkan tiga bidang yang cocok dengan potensinya: dosen, trainer, dan konsultan.

Ketiganya kemudian menjadi pilar utama kehidupan profesionalnya setelah pensiun. Pada 1 Februari 2016, ia resmi memasuki kehidupan baru. Ia tidak lagi mengejar jabatan sebagai karyawan perusahaan. Ia mulai mengembangkan dirinya sebagai profesional independen, pengusaha, dan investor.

Pengalaman lebih dari tiga dekade di sektor migas kini menjadi modal untuk bekerja dengan cara yang lebih bebas dan mandiri. Pensiun membuka ruang bagi Freddy untuk menjalankan berbagai peran yang sebelumnya sulit dilakukan secara bersamaan.

Ia mengajar di sejumlah program pascasarjana, antara lain di LSPR, Universitas Bunda Mulia, dan Universitas Sahid. Ia juga aktif dalam organisasi profesional, termasuk PERHUMAS, serta menjadi asesor kompetensi melalui LSP PRI dan LSP Pelatinas. Dunia akademis memberinya perspektif baru.

Semakin banyak ia mengajar, semakin ia menyadari bahwa seorang dosen yang baik bukanlah orang yang paling banyak mengetahui segala sesuatu, melainkan orang yang tidak pernah berhenti belajar. Gelar doktor tidak lagi dipandang sebagai puncak pencapaian pribadi. Gelar itu menjadi instrumen untuk membagikan pengetahuan dan pengalaman kepada orang lain.

Perjalanan berikutnya bahkan membawanya ke wilayah yang semakin relevan dengan tantangan dunia. Pada periode 2022–2026, bersama sejumlah rekan, Freddy membangun Dekarbon Nusantara Unggul (DNU), sebuah usaha yang bergerak dalam solusi dekarbonisasi dan keberlanjutan industri.

Dari pengalaman tersebut lahirlah nearzer0.com, sebuah platform Climate Tech berbasis cloud untuk akuntansi dan pelaporan emisi karbon. Menariknya, perjalanan panjang seorang insinyur yang pernah bekerja dalam proyek-proyek besar industri migas kini bermuara pada usaha membantu dunia industri menghadapi tantangan perubahan iklim.

Bagi Freddy, keberhasilan bukan semata-mata hasil kerja keras individual. Ada kasih, doa, dukungan, persahabatan, dan penyertaan Tuhan yang membuatnya mampu melewati berbagai tikungan kehidupan. Keyakinan kepada Tuhan Yesus menjadi benang merah yang menghubungkan setiap keputusan, kehilangan, dan kesempatan baru dalam perjalanan hidupnya.

Semua itu memperlihatkan bahwa perjalanan hidup tidak selalu bergerak dalam garis lurus. Ada kalanya seseorang harus berbelok, meninggalkan sesuatu yang sudah mapan, menerima kehilangan, dan memulai kembali dari awal. Selalu ada titik balik  untuk melakukan sesuatu  yang lain dengan lebih baik.

Bahagia bersama istri, dua anak serta menantu dan kedua cucunya.

Pengalaman Freddy memberikan satu pesan yang penting bagi generasi profesional masa kini:

Jangan hanya membangun jabatan. Bangunlah kompetensi, jaringan profesional dan nama baik yang tetap bernilai ketika jabatan itu sudah tidak lagi dimiliki.Jangan hanya mengumpulkan uang. Kumpulkan pula ilmu, keterampilan, persahabatan, kesehatan, kebahagiaan keluarga, serta iman dan pengharapan. Dan jangan menunggu pensiun untuk mempersiapkan masa pensiun. Sebab perubahan yang dipilih dengan kesadaran akan selalu lebih baik daripada perubahan yang terpaksa diterima karena keadaan. ***

The Editor

Halaman: 1 2 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *