“I’ve always said we should help a Hindu become a better Hindu, a Muslim become a better Muslim, a Catholic become a better Catholic.” — Mother Teresa, A Simple Path
Mother Teresa layak disebut “Ibu Segenap Umat” karena ia mengasihi manusia bukan berdasarkan agama, bangsa, kasta, atau status sosialnya, melainkan semata-mata karena mereka adalah manusia. Di lorong-lorong penderitaan Kolkata, ia merawat orang Hindu, Muslim, Kristen, dan siapa pun yang ditinggalkan dunia—bukan untuk mengubah keyakinan mereka, tetapi agar mereka kembali merasakan bahwa hidup mereka tetap berharga.
Skopje, Ibu, dan Sebuah Kursi Kosong
Di awal abad ke-20, di sebuah kota kecil bernama Skopje—kota yang saat itu masih berada di bawah bayang-bayang Kekaisaran Ottoman—lahirlah seorang anak perempuan yang kelak akan dipanggil dunia sebagai Mother Teresa. Tetapi pada hari kelahirannya, 26 Agustus 1910, tak seorang pun membayangkan bahwa anak kecil bernama Agnes Gonxha Bojaxhiu itu suatu hari akan mengguncang hati manusia lintas agama, bangsa, dan zaman.

Ia lahir bukan dari pusat kekuasaan dunia. Bukan dari keluarga kerajaan. Bukan pula dari masyarakat yang makmur. Ia lahir dari dunia pinggiran—dari tanah Balkan yang keras, penuh pergolakan politik, konflik identitas, kemiskinan, dan sejarah panjang manusia saling mencurigai atas nama bangsa maupun agama. Dan justru dari tempat seperti itulah sering lahir manusia-manusia yang memahami penderitaan secara nyata.
Skopje pada masa kecil Agnes bukan kota modern seperti hari ini. Jalan-jalannya dipenuhi pedagang kecil, kereta kayu, pasar yang riuh, buruh-buruh kasar, perempuan yang membawa kendi air, serta rumah-rumah sederhana yang hidup berdempetan. Di sana lonceng gereja dan azan saling bersahutan.
Orang Albania, Turki, Serbia, Katolik, Muslim, Ortodoks, hidup dalam kedekatan yang rapuh—kadang damai, kadang penuh ketegangan. Politik Balkan pada masa itu begitu mudah berubah menjadi konflik identitas. Kekuasaan berganti. Pengaruh asing datang dan pergi. Orang kecil selalu menjadi pihak yang pertama merasakan luka.
Kemiskinan bukan teori ekonomi. Ia adalah kehidupan sehari-hari. Namun di tengah keterbatasan itu, masyarakat masih memiliki sesuatu yang perlahan hilang dari dunia modern: kesadaran bahwa penderitaan sesama adalah urusan bersama. Di lingkungan seperti itulah Agnes kecil dibesarkan.
Dalam buku Mother Teresa: The Authorized Biography, dikisahkan, rumah keluarga Bojaxhiu dikenal sebagai rumah yang terbuka bagi siapa saja yang lapar. Ibunya, Dranafile Bojaxhiu, memiliki kebiasaan yang sangat membekas dalam hidup Agnes: selalu menyisakan makanan bagi orang asing. Sering kali ada satu kursi kosong di meja makan keluarga mereka. Kursi itu bukan simbol. Kursi itu sungguh dipersiapkan bagi siapa pun yang datang dalam keadaan lapar. Dan mungkin, tanpa disadari siapa pun saat itu, di meja makan kecil itulah fondasi moral Mother Teresa mulai dibangun.
Banyak orang mengira kesucian lahir dari kitab-kitab besar. Tetapi dalam hidup Agnes, kesucian pertama kali hadir dalam tindakan sederhana seorang ibu. Dranafile tidak mengajar anak-anaknya dengan filsafat yang rumit. Ia tidak banyak berkhotbah. Ia hanya melakukan sesuatu yang sangat sederhana tetapi sangat sulit: ia membuka pintu rumahnya bagi orang miskin.
Dalam berbagai kesaksian yang dikumpulkan Naveen Chawla-sang penulis buku- ibunya dikenal sebagai perempuan yang percaya bahwa iman tanpa belas kasih adalah kosong. Salah satu nasihat yang sangat membekas bagi Agnes adalah: “Anakku, jangan pernah makan satu suap pun kecuali kau berbagi dengan orang lain.”
Nasihat itu terdengar sederhana. Tetapi sesungguhnya ia sangat radikal. Karena dunia modern justru dibangun di atas prinsip sebaliknya: mengumpulkan sebanyak mungkin untuk diri sendiri. Agnes kecil belajar bahwa agama bukan pertama-tama tentang doktrin. Agama adalah apakah seseorang mau membuka pintu ketika orang lain mengetuk dalam keadaan lapar. Dan mungkin di sinilah akar terdalam dari seluruh hidup Mother Teresa: ia tidak pernah memisahkan cinta kepada Tuhan dari cinta kepada manusia yang menderita.








