Denny JA dan Mimpi Masa Depan Kita

Kembali Menjadi Murid

Ketika menjadi Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen Pertamina Hulu Energi pada 2025, Denny memasuki medan tanggung jawab yang lain. Kemandirian energi menjadi salah satu perhatian yang ia sampaikan pada awal penugasannya.

Dalam esai September 2026 tentang inovasi korporasi, ia mengakui betapa mudahnya jabatan membuat seseorang merasa sudah mengetahui. Pilihannya adalah kembali menjadi murid: membaca, bertanya, dan mendengarkan ahli.

Pengakuan itu memberi akhir yang tenang bagi potret ini. Setelah lama menjadi orang yang menjelaskan, ia masih menyebut kebutuhan untuk belajar.

Ia membedakan peran komisaris dan direksi, serta menekankan pentingnya pertanyaan strategis tentang arah perusahaan. Keberhasilan terdahulu, dalam pandangannya, dapat membatasi kemampuan melihat perubahan.   Apa yang dahulu membantu organisasi bertahan belum tentu cukup untuk membawanya melewati masa berikutnya.

Jika kita membaca seluruh lintasannya, masa depan tidak hadir sebagai jawaban yang sekali ditemukan lalu berlaku selamanya. Demokrasi meminta metode. Diskriminasi meminta cerita. Teknologi meminta percobaan. Perbedaan keyakinan meminta ruang perjumpaan. Amanah baru meminta kerendahan hati.

Nampak, Denny Januar Ali membaca masa depan melalui perpindahan-perpindahan itu. Kita dapat menyetujui sebagian gagasannya, mempertanyakan yang lain, dan tetap menemukan sebuah pelajaran  dari perjalanannya untuk diri kita sendiri. Ada saatnya seseorang memperpanjang usia pikirannya dengan bersedia menjadi pemula lagi. Dari sana, masa depan kembali terbuka: seperti halaman yang menunggu dibaca, sebelum kita tergesa menuliskan kesimpulannya. ***

Albert Rebong

Halaman: 1 2 3

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *