Pelatihan yang Mengubah Cara Guru Mengajar
Ketika pelatihan dimulai di lima sekolah — SDN Tanjungrejo 1 sampai 5 — suasana kelas berubah menjadi laboratorium harapan.
Guru-guru yang awalnya ragu, perlahan menemukan kembali kepercayaan diri.
Materi “Guru Menjadi Manajer Handal di Kelas” bukan sekadar teori. Mereka belajar:
- memahami gaya belajar anak
- menciptakan kelas yang menyenangkan
- melibatkan orangtua
- hingga membangun pembelajaran aktif dan kreatif
Pre-Test dan Post-Test menunjukkan lonjakan.
Tetapi lebih dari itu, lonjakan terlihat di wajah mereka: lebih cerah, lebih berani, lebih siap.
Seorang guru menulis dalam lembar testimoni:
“Saya hampir menyerah. Tapi pelatihan ini mengingatkan saya bahwa ada ribuan alasan untuk tetap menjadi guru.”
Tangis di Seminar Parenting
Di banyak sesi parenting, suasana haru sering terjadi. Ada orangtua yang menangis karena merasa tersentuh saat menyadari bahwa mereka tidak benar-benar “hadir” untuk anak-anaknya selama ini.
Ada pula yang mengaku baru sadar bahwa kemarahan kecil di rumah bisa membentuk luka besar pada diri seorang anak. Seminar ini bukan hanya edukasi — ia menjadi ruang pengakuan, ruang pemulihan.
Seorang ibu menyampaikan di akhir sesi: “Terima kasih. Saya pulang hari ini bukan hanya sebagai orangtua, tetapi sebagai orang yang ingin berubah.”
Saat Kelas-kelas Berubah, Harapan Pun Tumbuh
Lomba menata kelas membuka babak baru. Apa yang awalnya hanya ruang putih dengan meja kursi seadanya, kini berubah menjadi:
- ruang warna-warni
- penuh karya anak
- penuh sudut literasi
- penuh pesan-pesan karakter
Hasil makeover membuat banyak guru terkejut dengan kemampuan mereka sendiri. Dan anak-anak? Mereka berlari masuk kelas dengan mata berbinar — sesuatu yang tidak sering terjadi sebelumnya.
SDN Tanjungrejo 2, pemenang juara 1, benar-benar menunjukkan transformasi yang layak disebut “keajaiban kecil.”
Deklarasi yang Menjadi Sumpah
Pada 11 Agustus 2023, di hadapan seluruh kepala sekolah, perangkat wilayah, dan ratusan peserta, semua tokoh berdiri menandatangani Deklarasi Kolaborasi Membangun Karakter Anak Tanjungrejo.
Ada momen ketika pena terakhir diangkat dari kertas, lalu tepuk tangan pecah. Tepuk tangan itu bukan sekadar applaus. Ia adalah sumpah.
Sumpah bahwa karakter anak-anak Tanjungrejo tidak boleh dibiarkan runtuh oleh zaman. Sumpah bahwa sekolah, rumah, pemerintah, dan dunia usaha akan berjalan bersama.

Inspirasi Indonesia
Kabar tentang gerakan ini menyebar cepat. Kompas, Detik, RRI, Viva, Suryamalang, hingga JTV meliput program ini sebagai model baru pendidikan karakter di tingkat kelurahan.
Apa yang dimulai dari ruang-ruang sempit di Tanjungrejo kini menjadi inspirasi yang lebih luas — sebuah pesan bahwa perubahan besar bisa lahir dari tempat kecil, asalkan dilakukan bersama.
“Pada akhirnya, karakter dibangun bukan oleh satu tangan, tetapi oleh banyak hati.”
Itulah yang terjadi di Tanjungrejo. Di sebuah kelurahan kecil dengan tantangan besar, anak-anak kini tumbuh dengan lebih banyak harapan.
Berkat guru-guru yang bangkit, orangtua yang kembali hadir, pemimpin kota yang tegas, dan perusahaan yang memilih untuk peduli — lahirlah sebuah gerakan yang melampaui program: gerakan membangun masa depan bangsa.
Albert Rebong








